

Ronny dan Kay Heyboer
Ronny dan Kay Heyboer adalah misionaris yang berdedikasi yang memulai perjalanan iman mereka pada bulan Januari 1995. Setelah lulus dari Rhema Bible College di Townsville, Australia, mereka meninggalkan tanah air mereka untuk melayani di Kuching, Malaysia Timur. Di sana, Ronny berkontribusi pada inisiatif penanaman gereja setempat. Pada tahun 1997, mereka pindah ke Kalimantan Barat, Indonesia, di mana mereka melanjutkan pelayanan mereka hingga hari ini.
Sementara keempat anak dan lima cucu mereka tinggal di Australia, Ronny dan Kay tetap berkomitmen pada pekerjaan mereka di Borneo. Sebagai pendiri dan direktur Rivers of Life Ministries Borneo, mereka telah mendirikan Living Waters Village, pelayanan medis, dan inisiatif pendirian gereja untuk melayani masyarakat setempat.
LWV- Visi Menjadi Kenyataan
Terletak di jantung Hutan Kalimantan Barat, Living Waters Village tidak hanya tumbuh menjadi rumah bagi lebih dari 900 anak Dayak tetapi juga sebuah keluarga. Dengan visi untuk menyediakan tempat tinggal bagi 1.000 anak terlantar dan sekolah bagi 2.000 anak, Living Waters Village benar-benar merupakan Zona Keajaiban.
Kami memiliki lahan seluas lebih dari 400 hektar di properti kami (lebih dari 900 hektar!), yang terletak di tengah hutan lebat. Dengan tangan dan pemeliharaan Tuhan, kami sekarang telah menyelesaikan berbagai bangunan dan bangunan lainnya yang masih direncanakan dan dalam proses. Rumah untuk anak perempuan dan laki-laki, berbagai Asrama (rumah dengan sekitar 10 - 35 anak di segala usia bersama dengan para penatua rumah), akomodasi pekerja dan guru, pusat pelatihan, pusat Pujian & Penyembahan, klinik, toko roti, gedung administrasi, tempat penitipan bayi, tempat tinggal pengunjung, ruang jahit, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Atas. Tuhan benar-benar bekerja dan hidup di sini di Living Waters.
Setiap anak di Living Waters Village dapat bertumbuh, tidak hanya secara fisik tetapi juga diberi makan dan dilatih secara rohani. Setiap anak yang Tuhan kirimkan ke Living Waters Village diperlengkapi sehingga mereka dapat kembali ke desa mereka nanti, serta desa-desa lain yang masih belum terjangkau, untuk membawa kabar baik tentang Yesus kepada mereka yang masih terhilang. Mereka dapat menjadi saksi kasih Tuhan, berbagi mukjizat, kasih yang telah mereka terima dan bagaimana kasih yang sama ini juga diterima oleh orang lain. Kami tidak hanya memiliki anak-anak yang tumbuh di sini tetapi kami memiliki calon guru, calon Pendeta, calon Politisi, dan bahkan calon Presiden!
Jadi.. kapan semua itu terjadi?
tahun 1995
tahun 1997
tahun 2002
Ronny, Kay dan keluarga pindah ke Kalimantan Barat, Indonesia,
tahun 2002
Sebuah wahyu mendalam pada tahun 2002 membuat Ronny membayangkan tempat perlindungan yang lebih besar: tempat perlindungan hutan untuk 1.000 anak dan sekolah untuk 2.000 anak.
tahun 2003
Tahun 2024

Ronny dan Kay Heyboer merasakan panggilan ilahi pada tahun 1995 untuk membawa Injil kepada masyarakat Dayak di Kalimantan. Mereka melayani di Kuching, Malaysia dan melakukan penanaman dan penjangkauan gereja.
Setelah bertahun-tahun melayani di Sanggau, mereka mendirikan tempat perlindungan bagi anak-anak yang mengalami krisis di Sintang pada tahun 2002. Anak-anak ini, yang seringkali kekurangan gizi dan menderita penyakit, berasal dari keluarga yang berantakan atau yatim piatu.
Atas petunjuk ilahi, mereka memperoleh lebih dari 280 hektar tanah dan memulai proyek pembangunan yang ambisius. Kompleks yang luas ini pada akhirnya akan mencakup perumahan, sekolah, fasilitas pelatihan, pusat ibadah, perawatan medis, dan sekolah Alkitab.
Saat ini, lebih dari 900 anak-anak dan remaja menganggap Living Waters Village sebagai rumah mereka. Selain menyediakan kebutuhan dasar dan pendidikan, fokusnya adalah pada pertumbuhan rohani dan pengembangan kepemimpinan. Para remaja ini diperlengkapi untuk menjadi agen perubahan di komunitas mereka, menyebarkan Injil, dan mendirikan gereja-gereja baru.
