

Kesaksian Aldo, Fajar dan Gibran
Aldo, Fajar, dan Gibran adalah saudara kandung dari ibu yang sama, tetapi ayah yang berbeda, dan semuanya berasal dari agama yang berbeda. Mereka bahkan tidak tahu siapa orang tua kandung mereka karena orang tua mereka tidak pernah peduli pada mereka—mereka diadopsi oleh keluarga yang sebelumnya tidak memiliki anak.
Namun, beberapa tahun setelah mereka diadopsi, orang tua angkat mereka memiliki anak kandung, dan kasih sayang mereka mulai memudar terhadap ketiga saudara kandung ini. Ayah mereka memaksa ketiga anak laki-laki ini—berusia 7, 5, dan 3 tahun—untuk bekerja sepanjang hari menjelajahi hutan, mencari sayuran dan buah untuk dijual kepada orang lain. Yang lebih parah lagi, ketiga anak kecil ini hanya diberi satu kali makan sehari—sisa makanannya harus mereka cari sendiri! Akhirnya, ayah angkat mereka mendengar tentang Living Waters Village, dan bepergian selama tiga hari untuk membawa anak-anak ini ke tempat tersebut, karena mereka tidak diinginkan.
Anak-anak ini tidak mendapatkan cinta dari orang tua kandung mereka, juga tidak mendapatkan cinta sejati dari orang tua angkat mereka, tetapi ketika mereka datang ke Living Waters Village, untuk pertama kalinya dalam hidup mereka, mereka belajar tentang cinta sejati dan tanpa syarat—dari orang-orang yang merawat mereka dengan menyediakan makanan dan segala yang mereka butuhkan, serta orang-orang yang mengajarkan mereka tentang cinta tanpa syarat dan kekal dari Tuhan di sini pula.
Gibran, yang kini berusia 5 tahun, akan segera mulai sekolah, sesuatu yang tidak mungkin baginya di desanya. Yang lebih mengejutkan, sebelumnya ia tidak mendapat perhatian dari orang tuanya sendiri, tetapi kini anak kecil berusia 5 tahun ini mendapat banyak perhatian dari semua orang di tempat ini.
Aldo sangat suka membantu semua orang di sekitarnya - dia selalu membawa barang-barang ke meja untuk siapa pun yang membutuhkannya, termasuk kursi tambahan untuk tamu tak terduga dan kursi bayi untuk bayi - semua tanpa diminta! Betapa luar biasanya bahwa anak-anak yang dari keluarganya tidak pernah mengalami kasih sayang dan belas kasihan, bisa menunjukkannya kepada orang lain! Namun, itulah cara Tuhan bekerja dalam hidup anak-anak di sini - tidak peduli seberapa gelap masa lalu mereka, Dia memberi mereka harapan, kegembiraan, dan hati untuk orang lain yang hanya bisa datang dari Tuhan yang maha kuasa dan luar biasa.
